Pengidap Dissosiative Identity Disorder 9 Kepribadian Disangka Kesurupan

Pengidap kondisi mental Dissosiative Identity Disorder (DID)- Anastasia Wella (27) atau yang lebih dikenal dengan Multiple Personality. Di dalam dirinya terdapat sekitar sembilan kepribadian berbeda yang sewaktu-waktu dapat keluar menggantikan kepribadian utama.

Awalnya tidak ada yang tahu apa yang terjadi ketika di usia 11 tahun Anastasia sering alami ingatan 'kosong'. Ia kerap kehilangan konsep waktu akibat kepribadian yang lain mengambil alih kesadarannya.

Pengidap kondisi mental Dissosiative Identity Disorder

"Pada umur 11 tahun banyak kejanggalan yang sudah muncul. Salah satunya kehilangan waktu. Saya ingat tidur tanggal 7 kemudian tiba-tiba bangun nanya ibu saya 'mamah ini tanggal berapa?' 'tanggal 11'," kata Anastasia yang pada foto mengenakan baju kaos biru.


Kepribadian Lain Mengambil Alih Seorang Pengidap Dissociative Identity Disorder


Selama kepribadian yang lain mengambil alih, Anastasia sendiri mengaku tak pernah ingat apa yang dilakukannya. Ia sendiri keheranan ketika ada teman atau kerabat yang menyebut dirinya bisa melakukan berbagai macam hal seperti berenang, menari, atau fasih menulis serta membaca huruf arab yang jelas-jelas tak pernah ia pelajari.

"Ada yang bernama Bilqis dia sosok perempuan muslim padahal saya katolik. Dia perempuan kira-kira umur 21 tahun pandai baca tulis Al-Quran dan bisa mengaji dengan fasih," ungkap Anastasia.

Pengidap Dissociative Identity Disorder Disangka Kesurupan

Karena mengalami berbagai fenomena aneh tersebut Anastasia sempat disangka mengalami kesurupan sehingga oleh keluarga dibawa ke tempat pengobatan alternatif. Barulah hingga pada tahun 2009 Anastasia diperiksa di salah satu rumah sakit ternama di Indonesia dan dokter mendiagnosanya dengan kondisi mental DID.

Untuk membuktikan hal tersebut Anastasia pun menjalani tes di mana dokter dengan metode hipnoterapi mencoba menarik keluar berbagai kepribadian yang ia miliki. Tes tersebut didokumentasikan dan setelah dihitung diperkirakan ada sembilan kepribadian.

Dissociative Identity Disorder Diawali Oleh Bipolar

Mengapa kepribadian tersebut bisa muncul menurut dokter kemungkinan karena awalnya saat masih anak-anak Anastasia sudah memiliki ganggulan lain yaitu bipolar disorder namun tak tertangani. Ketika sedang berada pada situasi tertekan Anastasia yang sifatnya perfeksionis berusaha keras mengatasi situasi sendiri sehingga akhirnya muncul berbagai kepribadian sebagai coping mechanism.

Anastasia mengaku hingga kini ia masih menjalani terapi dan kepribadian yang lain sudah mulai jarang muncul. Baginya kesulitan terbesar hidup dengan kondisi DID adalah sulit bergaul karena memiliki banyak identitas.

Namun wanita yang seorang pegawai swasta ini positif dirinya suatu saat bisa lebih baik. Anastasia juga bersyukur dirinya punya kekasih bernama Yoandi yang bisa menjadi sahabat sekaligus sosok yang sangat mengerti dirinya.

Yoandi mengaku ia awalnya memang bingung dengan kondisi Anastasia namun setelah mencari tahu lebih dalam tentang DID bisa memahaminya. Bagi Yoandi kepribadian Anastasia yang lain sudah dianggap sebagai teman dekat yang bisa diajak bicara.

"Saya tidak menanggapi itu sebagai masalah karena saya juga sudah tahu apa DID, bipolar, dan lain sebagainya. Saya santai-santai saja, seru-seru aja ketika ketemu kepribadian yang lain," pungkas Yoandi.


Apa Itu Dissociative Identity Disorder (DID)


Dissociative Identity Disorder (DID) sebelumnya dikenal dengan gangguan kepribadian ganda. DID merupakan salah satu sekelompok kondisi yang disebut Gangguan Disosiatif; amnesia, fugue, depersonalisasi dan gangguan identitas disosiatif (Dissociative Identity Disorder). Gangguan disosiatif merupakan penyakit mental dengan gangguan kerusakan memori, kesadaran, identitas dan persepsi. Ketika satu atau lebih fungsi tersebut terganggu, simtom dapat muncul. Gejala-gejala tersebut dapat mengganggu fungsi umum manusia, termasuk fungsi kerja, aktivitas dan relasi sosial.

Disosiatif merupakan coping mechanism, bahwa seseorang menggunakan cara tersebut untu menghindar dan melepaskan diri dari situasi stres dan kenangan traumatik. Cara tersebut digunakan oleh seseorang untuk memutuskan hubungan antara dirinya dengan dunia luar, serta untuk menjauhkan diri dari kesadaran tentang apa yang terjadi.

Disosiasi dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan (defence mechanism) terhadap rasa sakit fisik dan emosional dari pengalaman traumatik dan stres.

Pengertian Dissociative Identity Disorder (DID)


Kriteria DSM-IV-TR untuk Dissociative Identity Disorder:

1.Keberadaan dua atau lebih kepribadian atau identitas

2.Sekurang-kurangnya dua kepribadian mengendalikan perilaku secara berulang

3.Ketidakmampuan untuk mengingat informasi pribadi yang penting.

Dissociative Identity Disorder terjadi ketika seseorang memiliki sekurang-kurangnya dua kondisi ego yang terpisah atau berubah-berbeda dalam keberadaan, feeling, dan tindakan yang satu sama laintidak saling memengaruhi dan identitas yang muncul memegang kendali pada waktu yang berbeda. Setiap kepribadian dapat muncul dari cerita, self-image, dan nama yang berbeda meskipun hanya sebagian yang berbeda dan setiap kepribadian tidak terikat satu sama lain.

Dalam beberapa kasus suatu kepribadian yang sering muncul dan menjadi identitas asli disebut host identity, tetapi dalam beberapa kasus host identity tidak selalu merupakan identitas asli dan kemungkinan kerpibadian tersebut yangtidak mampu beradaptasi dengan baik. Alter identities terkadang memiliki perilaku yang sangat mencolok seperti, jenis kelamin, usia, gaya penulisan, orientasi seksual, persepsi, berbicara serta pengetahuan umum. Misalnya, suatu alter munkin lebih peduli, penuh kasih dan ceria.

Umumnya terdapat dua hingga empat kepribadian, namun selama berlangsungnya terapi seringkali muncul beberapa kepribadian baru. Kesenjangan memori juga umum terjadi dan biasanya karena sekurang-kurangnya satu kepribadian tidak memiliki kontak dengan yang lain; yaitu kepribadian A tidak memiliki memori mengenai seperti apa kepribadian B atau bahkan tidak mengetahui sedikitpun bahwa ia memiliki kepribadian lain yang berbeda. Eksistensi berbagai kepribadian yang berbeda juga harus bersifat kronis (terjadi dalam waktu lama) dan parah (menyebabkan penderita sangat terganggu).

Setiap kepribadian dapat bersifat cukup kompleks, memiliki pola perilaku, memori dan hubungan tersendiri; masing-masing menetukan karakter dan tindakan individu bila sedang memegang kendali. Biasanya masing-masing kepribadian tersebut cukup berbeda, bahkan saling bertentangan.

Kepribadian asli menyadari adanya masa-masa yang hilang, dan suara kepribadian yang lain kadang kala bergema dalam kesadaran satu kepribadian, walaupun ia tidak mengetahui asal suara tersebut.

DID biasanya berawal pada masa kanak-kanak, namun jarang didiagnosis hingga usia dewasa. Gangguan ini lebih luas dibanding gangguan disosiatif lain, dan penymbuhannya kurang menyeluruh. Gangguan ini jauh lebih sering terjadi pada perempuan dibanding laki-laki.

DID umumnya disertai sakit kepala, penyalahgunaan zat, fobia, halusinasi, upaya bunuh diri, disfungsi seksual, perilaku melukai diri sendiri, dan juga simtom-simtom disosiatif lain seperti amnesia dan depersonalisasi (Scrappo dkk., 1998).


Faktor Penyebab Dissociative Identity Disorder

Penyebab utama DID muncul dan berkepanjangan ketika anak memiliki pengalaman trauma di masa kecil. Trauma ini terkait dengan emosi, fisik, kekerasan seksual dan penolakan dari orang tua (pola asuh neglectful), seseorang tersebut membentuk identitas atau kepribadian lain untuk memutuskan dengan kepribadian sebelumnya.

Disosiasi Ketika Masa Kanak-kanak 

Terdapat dua teori besar mengenai DID. Salah satu teori berasumsi bahwa DID berawal pada masa kanak-kanak yang diakibatkan oleh penyiksaan berat secara fisik atau seksual.

Penyiksaan tersebut mengakibatkan disosiasi dan terbentuknya berbagai kepribadian lain sebagai suatu cara untuk mengatasi trauma (Gleaves, 1996). Memang terdapat bukti empiris bahwa penyiksaan anak mempunyai kaitan dengan perkembangan simtom-simtom disosiatif (Chu dkk., 2000). Namun tidak semua orang mengalami penyiksaan pada masa kecilnya menderita DID.

Teori lain beranggapan bahwa DID merupakan pelaksanaan peran sosial yang dipelajari. Berbagai kepribadian yang muncul pada masa dewasa, umumnya karena berbagai sugesti yang diberikan terapis

Sumber : https://www.kaskus.co.id/thread/58f4a6db642eb6bb198b4578/wella-cewek-yang-punya-9-kepribadian-di-sangka-kesurupan/

Komentar